Bilal Kecil

Namanya Faqih (cucu pertama) dan Ziyad (cucu ke tiga) dari 7 orang cucu. Keduanya adalah putra dari Ahmad Aryanto رحمه الله dan anakda yang tertua Raidah Muharrikah

Selama di akhir Ramadhan di masa pandemi Covid 19 bertindak sebagai “Bilal” shalat 5 waktu di rumah kami Samata secara bergilir.

Sudah dibuat jadwalnya bergantian dari setiap waktu shalat, tapi dasar anak-anak… kadang-kadang jika lalai mengawasinya akhirnya saling merebut jadwal. Mungkin karena “senang menggunakan mic speaker” yang volume suaranya besar dan menggaung Ha ha ha…

Selain bertugas sebagai muazzin, juga kadang2 merangkap sebagai tukang kasi bangun dengan cara menggedor-gedor pintu yang masih tidur. Ho ho ho…

Jika mereka berdua menjadi muazzin itu artinya mereka ikut shalat berjamaah. Jadi kebaikan akan melahirkan kebaikan.

Teringat pesan DR. Nasih Ulwan dalam karya monumentalnya “Tarbiyatul Awlad dalam Islam” bahwa ada 5 metode mendidik anak, yaitu:

1. Mendidik anak dengan keteladanan

2. Mendidik anak dengan pembiasaan2 yang baik

3. Mendidik anak dengan pengajaran & dialog

4. Mendidik anak dengan pengawasan dan

5. Mendidik anak dengan memberikan sanksi (pen: dan apresiasi).

Anakda Faqih dan Ziyad sementara menjalani pendidikan pada metode ke 2; membiasakan kebaikan, dengan harapan sesuatu yang dibiasakan akan menjadi kebiasaan, ungkapan yang umum “ala bisa karena biasa”.

Hampir semua kebiasaan dan profesi yang kita tekuni sekarang ini lahir dari pendidikan kebiasaan sejak kecil, semakin banyak dibiasakan dan dilatih pada kebaikan maka akan menjadi habit dalam kehidupannya shg menjadi manusia yang baik (shalih).

Semoga anakda Faqih dan Ziyad terus terbiasa melakukan kebaikan sehingga hasilnya bukan hanya dinikmati oleh dirinya sendiri tapi juga menjadi pahala amal jariyah bagi orang tuanya terutama abi nya yang lebih dahulu menghadap RabbNya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here