Harapan buat anakda Muhammad Hanif

Kemarin siang, saya dapat info via WA wali kelas anakda Hanif (Ust.Nuzul Haq) info tentang nikmat dari Allah.

Sebagai org tua tiada sikap yg pantas kecuali bersayaukur pada Allah dan senang mendapatkan nikmat tersebut, alhamdulillah berarti anakda Hanif berhasil mempertahankan prestasinya dari semester sebelumnya. Si anak bungsu ini terbilang merangkak beradaptasi masuk SMP IT Wahdah Islamiyah Makassar mulai dari semester 3, ia pindahan dari Ponpes Wadi Mubarak Bogor dan Ponpes Asaya Sayaatibi Bonto Baddo Gowa (luar biasa tlh melakukan rihlah ilmiah ponpes, alasannya panjang… diantaranya adalah maklum ia anak bungsu dari 9 bersaudara- he he he).

Setelah meninggalkan ponpes, Hanif harus kembali menjalani 2 kali sekolah seperti sblm masuk pondok; pagi sampai sore hari di SMP dan malam/kadang juga bakda subuh menghafal di rumah Qur’ani asuhan Ummu Suciati dan al akh DR. Rahmat Sayaam, ST. MT (smg Allah menjaga keduanya dan membalas jasa-jasanya). Sebagai orang tua kasihan juga dia “kelelahan”, tapi begitulah tradisi menuntut ilmu “harus ada kelelahan sebagai bagian dari makna mujahadah”. Man jadda wa jada, siapa yg bersungguh-sungguh niscaya ia akan dapat.

Dalam posisi jumlah hafalannya sekarang, alhamdulillah sdh mengimami keluarga sejak masa pandemi bergantian dgn kakaknya al hafidz Mujtahid Halim.

Aba & Ummi akan lebih bersayaukur dan saaangat bahagia jika anakda Muhammad Hanif bisa mempersembahkan mahkota & jubah kemuliaan utk org tua dgn menyelesaikan hafalan Al Qur’annya yg menyisakan 9 juz.

Insayaa Allah Hanif bisa…

Aba & Ummi terus mendoakan & siap berkorban utk mewujudkan harapan mulia itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here