Home Tadabbur Pentingnya Memadukan Keshalihan Orang Tua dan Ilmu Mendidik Anak (Tadabbur Surat Al-A’raf/7...

Pentingnya Memadukan Keshalihan Orang Tua dan Ilmu Mendidik Anak (Tadabbur Surat Al-A’raf/7 ayat 58)

وَٱلۡبَلَدُ ٱلطَّيِّبُ يَخۡرُجُ نَبَاتُهُۥ بِإِذۡنِ رَبِّهِۦۖ وَٱلَّذِي خَبُثَ لَا يَخۡرُجُ إِلَّا نَكِدٗاۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَشۡكُرُونَ

Terjemahnya:

“Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” (QS. 7: 58).

Dalam pembicaraan tentang parenting, para ulama sering menggunakan ayat di atas sebagai isti’nas, bahwa mendidik anak ibarat menanam pohon, dimana orang tua yang shalih diibaratkan sebagai tanah yang subur (al-balad al-thayyib).

Untuk mendapatkan hasil (buah) yang berkualitas, selain dibutuhkan tanah yang subur, maka dibutuhkan juga “ilmu bercocok tanam”,

Karena itu mengharapkan anak yang shalih-shalihah dan berkualitas, belum cukup dengan keshalihan orang tua, tapi petani (orang tua) harus juga membekali dirinya dengan “ilmu mendidik anak” (Fiqh Tarbiyatul Awlad). Demikian juga akan berlaku sebaliknya.

Muh. Qasim Saguni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here